Menampilkan postingan dengan label PuisiTunjukkan semua
Kereta Datang dan Pergi, Melesat Meninggalkan Embun Mataku yang Membisu
Sanggupkah Aku Menjumlahkan Rintik Hujan yang Jatuh Dari Ujung Dagumu?
Dari Sorot Matamu, Aku Belajar Bahasa Bunga dan Siap Terkena Tusukan Duri Darinya
Puisi yang Kutulis Bersumber dari Satu Musim di Hatiku yaitu Senyummu