Kenapa Hari Jadi Provinsi Jambi Diperingati Setiap 6 Januari?


Perda Nomor 54 Tahun 1970


Oleh: Jumardi Putra*

Selasa, 6 Januari 2026 bertepatan dengan hari jadi Provinsi Jambi ke 69, terhitung sejak deklarasi Badan Kongres Rakyat Djambi (BKRD) dinihari 6 Januari 1957. Mungkin warga Jambi bertanya, kenapa diperingati setiap tanggal 6 Januari saban tahun?

Pertama, tanggal 6 Januari dipilih berdasarkan fakta sejarah yang dituangkan dalam Keputusan Badan Kongres Rakyat Djambi (BKRD) dengan mempertimbangkan sejarah asal-usul pembentukan Provinsi Jambi secara de facto oleh masyarakat Jambi, meskipun dasar hukum (de jure) pembentukannya merujuk Undang-Undang (UU) Darurat Nomor 19 Tahun 1957 dan UU No. 61 Tahun 1958.

Kedua, tanggal 6 Januari telah ditetapkan dalam bentuk Peraturan Daerah Nomor 54 Tahun 1970 tentang Hari Lahir Provinsi Djambi pada tanggal 17 Januari 1970 dan selanjutnya disahkan oleh Menteri Dalam Negeri dengan SKP tanggal 11 April 1970 dengan nomor Pemerintah daerah 10/6/2 dan diundangkan dalam lembar daerah Provinsi Jambi pada tanggal 1 Mei 1970 Nomor 20.

Hasil Pleno BKRD, 6 Januari 1957. Sumber: Dok BKRD.

Isi pokok Peraturan Daerah Nomor 54 Tahun 1970 secara spesifik mengatur dan menetapkan sebagai berikut:

  • Tanggal Historis: Penetapan ini memastikan tanggal 6 Januari 1957 sebagai tanggal resmi berdirinya Provinsi Jambi, berdasarkan keputusan Badan Kongres Rakyat Djambi (BKRD) pada masa itu.
  • Pengakuan Sejarah: Perda ini memberikan landasan hukum untuk mengakui perjuangan dan proses pembentukan Provinsi Jambi secara de jure yang sebelumnya telah diatur melalui UU Darurat 1957 dan UU No. 61 tahun 1958, namun dengan pertimbangan aspek sejarah lokal.
  • Penjelasan Pemerintah melalui Kepala Daerah tentang Kebijakan Daerah dalam sidang DPRD-GR Provinsi Jambi.

Penyusunan peraturan daerah ini bertujuan memberikan kepastian hukum mengenai hari jadi Provinsi, yang menjadi dasar untuk peringatan tahunan dan kegiatan seremonial pemerintahan daerah. Perda ini ditetapkan di Telanaipura atas i’tikad dan kerjasama antara Gubernur Jambi R.M. Nur Atmadibrata periode 1968-1974 dan Abdurrahman Sayeoti selaku Sekretaris Daerah (sejak 1969) serta Ketua DPRD-GR Provinsi Jambi Ismail Muhammad periode 1967-1972.


*Tulisan-tulisan saya lainnya seputar sejarah berdiri Provinsi Jambi:

1. Tapak-tapak Sejarah Terbentuk Provinsi Jambi (1904-1957)

2. 67 Tahun Provinsi Jambi: Hal-hal yang Belum Tergali (1957-2024)

3.Napak Tilas Sejarah Jambi: Warisan Usman Meng di Usia Senja 

4. Hanafie, Gubenur Pertama Jambi Yang Gagal Dilantik (1958)

5. Sosok Lain Sebelum A. Manap Dilantik sebagai Pj Gubernur Jambi 1966 

6. Kontroversi Penggantian Residen Sagaf Yahya di Jambi 1946

7. Si "Bulldozer" Masjchun Sofwan, Gubernur Jambi 1979-1989

8. Sri Soedewi: Figur di Balik Masjchun Sofwan (1979-1982)

9. Djamaluddin Tambunan dan Jambi Yang Menanti Jamahan (1974-1979)

10. Kisah Puteri Gubernur Jambi dan Bung Karno

11. Kisah Sepeninggalan Abdurrahman Sayoeti

12.Dilema Residen Inu Kertapati dan Pesannya Untuk Rakyat Jambi

13. Mengenal Penjabat Gubernur Jambi (1957-2024)

14. Sejarah Pembentukan DPRD-Peralihan Prov Jambi 1957

15. Haji Hasan, Orang Gedang dari Empelu

16. Pikiran 65 Tokoh Untuk 65 Tahun Provinsi Jambi

17.  Kisah Datuk Mayloedin dan Buku-Bukunya

18. Mukty Nasruddin, Pejuang dan Penulis Jambi Yang Dilupakan

19) Mengenal Pejuang Jambi H.A. Thaib Hanafiah

19) Prematur: Kritik Atas Buku Biografi Abdurrahman Sayoeti

19) Pucuk atau Se(pucuk) Jambi Sembilan Lurah?

20) Syamsul Watir dan Pers Jambi (Tanpa) Pusat Dokumentasi

21) Sekelumit Sejarah Pers di Jambi

22) Menimbang Pejuang Hukum asal Jambi di Yogyakarta: Kamal Firdaus

23) Menimbang Budayawan Junaidi T Noor

24) Mengenang Datuk Bandar Paduko Betuah Sulaiman Hasan

25) Setelah Sejarahwan Fakhruddin Saudagar Tak Ada Lagi

26) Bung Karno dan Sumbangan Rakyat Jambi untuk Kemerdekaan RI

27) Jang Aisjah Muttalib, Penulis Sejarah Sarikat Abang di Jambi 1916

0 Komentar